Di sebuah SMK yang penuh aturan, ada satu tempat yang tidak lagi tunduk pada sistem lama — ruang OSIS yang sekarang menjadi markas geng Agra. Agra Manik, siswa pendiam dengan tatapan dingin dan headphone hitam di lehernya, dikenal sebagai orang yang tidak banyak bicara. Tapi di balik sikap tenangnya, dia adalah otak di balik kelompok kecil yang mulai mengubah keseimbangan kekuasaan di sekolah. Bersama empat orang yang paling dia percaya: Jeki – temperamental dan selalu siap berkelah