Eka, remaja tunarungu dengan tangan kanan yang cacat sebagian, mengikuti program membatik di sekolah inklusif SLB Siswa Budhi. Ia sering diremehkan, bahkan ragu pada dirinya sendiri. Namun melalui dukungan temannya, Mila, Eka belajar bahwa kesempurnaan tidak diukur dari hasil, tetapi dari ketulusan dan semangat untuk terus mencoba.

Author yang terinfeksi Wind Enter Support Author: