Tama, yang awalnya hanya pelupa, perlahan mulai melupakan hal-hal penting—termasuk Nara, teman masa kecil yang memendam perasaannya. Orang orang yang disayangi, hal yang disukai, kenangan yang indah… satu per satu kian memudar dari ingatan. Namun Nara tetap bertahan, meski hatinya hancur melihat Tama menjauh tanpa tahu alasan. Saat gejala makin parah, bisakah cinta bertahan melawan rasa sakit dan ingatan yang tak terbendung ?
