Lino Farabi kerap mengalami perundungan di sekolahnya karena tidak sengaja memergoki kakak kelasnya sedang merokok di belakang sekolah. Teman-temannya takut terlibat dan mengucilkan dirinya. Ia duduk di sebelah bangku seorang murid yang kosong, hingga suatu hari. Seorang anak laki-laki bernama Almusa Fauzani datang dan duduk di sebelahnya.