Bagaikan sendok dan garpu yang seiring sejalan dan tak dapat dipisahkan, persahabatan kami itu solid, kami adalah satu. Makan, tidur, bermain, bahkan mandi pun bersama. Abima Pangestu, bocah ingusan yang menjadi Sahabatku sejak dalam kandungan, yang mengekoriku kemanapun aku pergi, kini benar-benar tumbuh menjadi remaja tampan yang sangat.. uhm- menarik, sialnya.
jgn dipandang nanti sayang