Bagi Kale, dunia adalah kumpulan variabel yang bisa dipecahkan. Sebagai siswa jenius di SMA Kusuma Bangsa, ia percaya bahwa logika adalah perisai terbaik untuk bertahan hidup. Baginya, perasaan manusia hanyalah anomali yang mengganggu efisiensi otak. Namun, semua algoritma yang ia susun dengan rapi mulai runtuh sejak kehadiran Rafika—gadis yang tidak pernah bisa ia prediksi dengan rumus apa pun.
Halo semua! Selamat Datang