Sejak duduk di taman kanak-kanak hingga kini menginjak usia remaja di bangku SMA, Leina telah mengenal Aidan nyaris sepanjang hidupnya. Mereka tumbuh dalam lingkungan yang sama, menempuh pendidikan di sekolah yang sama, namun bagi Leina, memahami Aidan tetap menjadi perkara yang rumit. Sosoknya bagai kembang api, penuh kejutan, tak terduga, dan siap meledak kapan saja. Yang pasti ia ketahui, Aidan selalu terlihat bahagia, sekalipun kebahagiaan itu membuatnya tampak bodoh di mata orang lain.
