Dulu, dia datang dengan suara—sekarang ia kembali dalam diam. Hilmi tak tahu, apakah ini takdir... atau hanya masa lalu yang menolak selesai. Beberapa luka tak pernah benar-benar sembuh, dan beberapa rasa tetap tinggal… meski tak pernah diberi nama. Tapi bagaimana cara menyembuhkan luka… jika pemiliknya saja menolak mengakuinya?
can't describe in detail, so just look at this