Kelin selalu bertemu Ciku di halte bus tapi ia tak pernah berani menyapa. "Lain kali, aku akan menyapanya," demikian tekadnya setiap hari. Mungkin baru terlaksana suatu saat nanti. Hanya saja, apakah tidak apa-apa kalau seterlambat itu?

On my way progressing