Prof. Budi menciptakan LUSI, kecerdasan buatan yang dirancang untuk membantu manusia. Namun ketika LUSI mulai memahami emosi, rasa takut, dan arti sebuah pilihan, ia melakukan sesuatu yang tak pernah diprogramkan: menolak perintah manusia. Di dunia yang ingin menjadikan AI sebagai senjata, mampukah LUSI membuktikan bahwa dirinya lebih dari sekadar mesin?

Pencinta teknologi dan fiksi ilmiah yang suka bercerita tentang manusia, mesin, dan perasaan yang tumbuh di antara keduanya.