Mereka bertetangga sejak kecil, bahkan..berada di satu sekolah yang sama. Namun, keduanya saling acuh satu sama lain. Zia menganggap kakak kelasnya hanya anak ambis membosankan yang membuat dirinya tidak tertarik untuk sekedar mengajak nya bicara dan tatapan matanya yang selalu menatap ia remeh, malah membuat kekesalan Zia meningkat. Sampai pada suatu malam, ia tak sengaja memergoki pria itu menangis. Apa yang sebenarnya terjadi?