Clarissa adalah seorang mahasiswi berusia 19 tahun yang dikenal ceria, aktif, dan penuh semangat. Namun di balik kepribadiannya yang hangat, Clarissa mengalami perubahan suasana hati yang ekstrem dan perlahan mulai mengganggu kehidupan sosial, akademik, serta cara ia memandang dirinya sendiri. Clarissa mulai mempertanyakan kondisi mentalnya dan mencari jawaban atas perubahan yang selama ini ia anggap sebagai mood swing biasa.