Sena yang selalu merasa dirinya tak bisa melakukan apapun, dihadapkan dengan fakta bahwa sekarang ia harus hidup dengan menggunakan identitas sang kembaran yang sangat berbakat. Didasari rasa bersalah, ternyata selain melanjutkan takdir sang kembaran yang sempat terhenti, Sena yang kesulitan malah menemukan takdirnya sendiri. Terlebih saat ia tau bahwa kehidupan sang kembaran tak seperti yang diketahuinya.

Kukang yang gemar menggambar manusia. suka kopi campur cokelat. maniss tau.. tapi takut diabetes juga sih-