Di tengah keriuhan persiapan festival sekolah, Raka, Sinta, Dimas, dan Putri menghadapi tantangan besar dari Pak Arman: mengelola stan permainan dengan modal terbatas namun harus menghasilkan keuntungan. Sadar bahwa mengandalkan keberuntungan semata bisa membuat mereka merugi, tim ini mulai merancang strategi menggunakan konsep Peluang Matematika.