"Gantungkanlah cita-citamu setinggi langit" Gara-gara petuah ini, Si Ndut mencoba mencari kembali cita-cita yang telah digantungkannya pada waktu belajar dulu. Ia lupa di langit mana dulu ia gantungkan cita-citanya. Itulah sebabnya, ia lupa akan cita-citanya. Ia ingin ingat lagi untuk memperbaiki kualitas hidupnya sekarang: sudah gendut, seram pula. Pencarian akan cita-citanya menjumpakannya pada pengalaman keseharian yang menggelitik.