3 bulan setelah proklamasi Republik Rampacca. Para penjajah enggan menancapkan taringnya dari tanah Rampacca. Tantri bersama presiden Marhaen berangkat menuju markas komite bangsa-bangsa untuk menegaskan status Rampacca sebagai negara yang berdaulat. Namun, perjalanan berubah menjadi pertempuran ketika sekelompok bajak laut menyerang.