Ami menemukan sebuah nama yang asing pada boneka peninggalan kakaknya. Nama tersebut membawanya menuju ke sebuah Puskesmas dan bertemu dengan seorang psikolog. Perjalanan yang menanti Ami tidak hanya untuk mengungkap kebenaran dibalik kepergian kakaknya, tetapi juga memahami lebih dalam mengenai "Jiwa".