suatau ketika di bangil-pasuruan, Carik rembang beserta para centengnya sedang melaksanakan perintah Belanda untuk memperluas ladang dan pabrik tebu, seperti biasa dia mencari lahan rampasan, dengan cara mendatangi ladang bersama para centeng, untuk menawar ladang dengan harga murah, samapai pada ladang yang ke sekian dia bertemu seorang mandor yang menjaga ladang, yang ternyata seorang jawara dan berhasil melibas habis para centeng, carik kabur dan melapor kepada atasan