"Orang bilang hidup adalah tentang pilihan. Bagiku, hidup hanyalah bertahan dari rentetan kesialan." Bagi Jaya, dunia tak pernah berbaik hati. Hidupnya adalah anomali; setiap langkah diikuti bayang-bayang kegagalan dan niat baik yang selalu berakhir bencana. Di mata teman sekolahnya, ia hanyalah pecundang yang layak dirundung. Mereka tak tahu, di balik seragam kusut itu, Jaya sedang menahan beban kutukan. Ia tak mencari kemenangan, ia hanya ingin satu hari semesta berhenti mengincarnya.
