Jaka, seorang mahasiswa etnomusikologi, ditugaskan untuk meneliti Tari Sekar Wengi, sebuah tarian sakral di desa terpencil di kaki gunung. Dengan semangat, ia datang untuk mendokumentasikan gerakan dan musik ritual tersebut. Namun tanpa sadar, Jaka melanggar batas larangan adat dengan memasuki area suci saat para penari mempersiapkan upacara malam bulan mati momen ketika dunia manusia dan dunia arwah bersentuhan paling tipis.