Kurasa takdir itu seperti benang kusut yang tak terurai. Saat kupikir aku berjalan di ambang garis lurus pada harapan yang tertera, namun banyak hal berjalan diluar perkiraan. Jika seseorang bertanya mengapa aku bertahan? tentu saja karena masih ada harapan.

Seorang pembaca yang mendambakan akhir bahagia.