Senja kala itu menjadi awal pertemuan yang tak terduga, seolah takdir mengisyaratkan bahwa dialah Sang Penyelamat bagi Kesatria Barat. Hatinya tergerak untuk menolong sosok pemuda berlumur bercak merah di seluruh tubuhnya. Jika saja pemuda itu tidak segera melarikan diri, mungkin pertemuan itu tak akan pernah terjadi. Pertemuan yang memicu kecamuk emosi yang bergemuruh tanpa henti, mengganggu pikiran dan meresahkan jiwanya. Sangat berisik!

nothing is impossible